Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

Preman Paling Berkuasa di Kalijodo

Preman Paling Berkuasa di Kalijodo

Nama Daeng Aziz kini dikenal mengerikan di Kalijodo. Tapi dia sebenarnya bukan preman paling berkuasa di Kalijodo. Preman paling besar di sana sudah pergi dari Kalijodo beberapa tahun sejak pertikaian besar antar kelompok disana tahun 2002 silam. Pertikaian akhirnya selesai dibarengi penutupan rumah-rumah judi di Kalijodo oleh polisi.

Krishna menuliskan itu dalam bukunya berjudul ‘Geger Kalijodo’ yang terbit tahun 2004. Buku itu merupakan penelitian ilmiah untuk tesis S2 Krishna di Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia. Krishna menggambarkan dua kelompok besar disana adalah Kelompok Makassar dan Mandar. Kelompok Makassar dipimpin Daeng Aziz yang sampai kini masih menguasai Kalijodo dengan kharisma dan sisa-sisa cerita mengerikan. Sementara kelompok Mandar, di tahun 2002 itu dikepalai oleh Asman.

Dalam bukunya, Krishna menuliskan bahwa kelompok Asman lebih terorganisir dan banyak ketimbang kelompok Daeng Aziz. Kelompok Asman memiliki struktur seperti sebuah organisasi yang memiliki ‘tentara’ dengan ‘panglimanya’ sendiri. ‘Tentara’ atau pasukan Asman ini dikenal sebagai ‘Anak Macan’ yang muncul karena jejak mengerikan mereka. Antara lain menghajar dan memukul mundur Front Pembela Islam sampai kocar-kacir. FPI kala itu pernah beberapa kali mengganggu rumah perjudian milik Asman, makanya dihajar oleh ‘Anak Macan’.

Anggota ‘Anak Macan’ ini hanya dipelihara oleh Asman, dan dikeluarkan hanya sesekali setiap ada pertikaian. Di hari damai, ‘Anak Macan’ hanya bersantai di Kalijodo tapi tetap mendapat uang dengan beberapa norma yang ditetapkan ‘panglimanya’ tapi selalu dilanggar. Norma untuk ‘anak macan’ itu adalah larangan berjudi dan mabuk-mabukan di sekitar Kalijodo. Aturan ini banyak dilanggar.


Preman Paling Berkuasa di Kalijodo


Selain itu, ‘Anak Macan’ juga tak langsung di bawah komando Asman. Tapi berada di bawah komando Arkan Malik yang jadi semacam ‘panglima perang’. Dia merupakan anak buah Asman.
Ketika Asman sudah begitu terorganisasi di tahun 2002, kelompok Daeng Aziz belum terorganisir dan masih berantakan. Daeng Aziz hanya mempekerjakan pemuda pengangguran untuk mengamankan rumah judinya. Tapi tetap jumlahnya ratusan.

Namun usai pertikaian besar yang dipicu tewasnya adik Daeng Aziz karena dibunuh ‘anak macan’, Asman memilih menyingkir dari Kalijodo. “Mungkin sekitar tahun 2005 Asman pergi dari Kalijodo.

Krishna menceritakan, Asman beberapa kali pernah diwawancarai media sampai akhirnya dia malu sendiri. Bahkan Asman pernah bercerita ke Krishna bahwa dia kapok diwawancarai media dan muncul dimana-mana. Asman malu dan takut apabila anaknya menonton dan tahu bapaknya preman.

Makanya dia kemudian memilih pergi dengan alasan untuk kebaikan keluarganya. Sampai kini tak diketahui dimana Asman berada. Makanya, menurut Krishna, Daeng Aziz bukan preman terbesar disana saat itu. Tapi Asman lah yang terbesar. Bahkan, kata Krishna, Asman sebelumnya pernah menaklukkan orang nomor 1 di Kalijodo lewat pertikaian sebelum akhirnya memimpin organisasi besarnya di Kalijodo.

Setelah Asman pergi, kini giliran Daeng Aziz yang bercokol berkat pertikaian yang sebenarnya tak dimenangkan oleh siapapun, sebab berakhir dengan perdamaian yang dimediasi polisi. Krishna mengaku tak tahu bagaimana perkembangan Daeng Aziz dan kelompoknya sekarang. Tapi kala Ia jadi Kapolsek Penjaringan, Daeng Aziz itu setiap malam ada di bar dan rumah judi miliknya setiap malam. Daeng Aziz masih memantau rumah judi dan bar-bar miliknya sendiri. Makanya Krishna berujar, Daeng Aziz tak se-menakutkan yang dibicarakan warga Kalijodo.

Rabu, 20 Januari 2016

Suku Paling Berbahaya di Hutan Amazon

Suku Paling Berbahaya di Hutan Amazon

Inilah Huaorani, suku yang terisolasi di pedalaman hutan Amazon. Mereka hidup tanpa pakaian, bergantung pada alam dan paling ditakuti di Amazon.

Amazon, hutan tropis seluas 7 juta km persegi dan membentang di 9 negara Amerika Selatan masih menyimpan banyak tanda tanya. Seperti soal kehidupan di sana, terutama suku-suku yang hidup di pedalaman hutannya dan sulit untuk ditemui.

Salah satunya, adalah suku Huaorani. Dari informasi berbagai sumber yang dikumpulkan, suku Huaorani menempati wilayah di pedalaman hutan Amazon di sebelah timur Ekuador. Tepatnya, di sepanjang aliran Sungai Napo dan ke sungai Curaray yang mereka sebut nama wilayahnya, Quehueri'ono. Wilayah yang sangat sulit dijangkau.

Diperkirakan, suku Huaorani telah menempati hutan Amazon seribu tahun silam. Mereka pun, tidak pernah keluar dari hutannya dan menolak datangnya orang-orang asing. Mereka mengisolasikan diri, bahkan tidak memakai pakaian sama sekali.

Hidup suku Huaorani sangat tergantung pada alam. Mereka minum dari sungai, berburu dan memetik buah-buahan. Mereka tahu, mana buah yang berbahaya atau sungai mana yang penuh dengan buaya dan dilarang mendekat ke sana.

Suku Huaorani juga masih menjaga kepercayaan leluhur. Salah satunya, larangan berburu rusa yang karena dianggap matanya seperti mata manusia. Satu lagi, mereka dilarang membunuh ular sebab merupakan simbol pertanda buruk.

Ketika di abad pertengahan, pelayar dari Eropa mendarat di Amerika Selatan dan bangsa Spanyol menjajah Ekuador, suku Huaorani berani berperang. Mereka menolak untuk dipindahkan ke daerah kota dan menjaga hutannya tetap terjaga.

Dari catatan sejarah, suku Huaorani tercatat tak pernah kalah. Terang saja, mereka begitu paham seluk beluk hutan Amazon. Ditambah, senjata utamanya adalah sumpit racun sepanjang 2 meter.




Anak sumpitnya, diberi racun curare. Racun ini biasa diperoleh dari spesies tanaman Chondodendron tomentosum dan Strychnos toxifera, yang ternyata sudah menjadi senjata umum bagi suku-suku di Amazon lainnya.

Biasanya, mereka menggunakan racun tersebut untuk berburu hewan. Ketika buruannya kena, maka otot-otot hewan akan lemas seperti lumpuh. Tapi kalau 'target' mereka adalah manusia, maka lain cerita.

Dosisnya akan ditambah dan bisa mengakibatkan kematian. Jika terkena, maka orang yang terkena anak sumpitnya akan lumpuh dan lemas. Tak butuh waktu lama, detak jantungnya akan berhenti.

Para penebang liar di hutan Amazon pun merasakan kengerian suku Huaorani. Mereka diserang kala sedang menebang pohon-pohon di sana. Tak ayal, suku Huaorani begitu marah karena rumah mereka dirusak.

Julukan suku berbahaya, lantas disematkan kepada suku Huaorani. Sebenarnya, mereka tidaklah berbahaya dan tidak akan menyerang kalau hutannya tidak dirusak.

Sampai di tahun 1956, akhirnya suku Huaorani melakukan kontak dengan dunia luar. Salah satu alasannya, diperkirakan adalah karena hutan Amazon yang makin lama makin dijarah. Penebangan liar dan pembakaran hutan, mengancam hidup mereka.

Kabar yang beredar, terjadi perpecahan di dalam suku Huaorani. Ada yang mau kontak dengan dunia luar dan ada yang tidak. Mereka yang tidak mau, masuk ke dalam wilayah yang lebih terpencil di hutan.

Pemerintah Ekuador dan organisasi atau komunitas di Ekuador akhirnya membuka mata untuk menjaga keberlangsungan hidup suku Huaorani. Salah satunya adalah Tropic Eco, yang mendirikan tur operator bernama Huaorani Eco Lodge dan menjual paket wisata untuk tinggal bersama suku Huaorani.

Mereka mendirikan penginapan yang ramah lingkungan di wilayah suku Huaorani yang terbuat dari kayu dan memakai tenaga surya panel. Mereka juga melatih beberapa orang dari suku Huaorani agar bisa terbiasa dengan turis.

Tur yang ditawarkan pun beragam, mulai dari ikut berburu bersama pria suku Huaorani, mengarungi sungai naik kayak, memasak bersama wanita-wanita dan melakukan tarian tradisional. Tapi karena akses yang begitu sulit, maka harga yang dipatok tidaklah murah.

Ada dua paket yang dijual, yakni 4 hari 3 malam dan 5 hari 4 malam yang masing-masing sebesar USD 1.095 dan USD 1.359. Jika dirupiahkan, sebesar Rp 15,2 juta dan Rp 18,9 juta. Mau bertemu dengan suku paling berbahaya di hutan Amazon ini?

Sumber :
http://travel.detik.com/read/2016/01/20/124708/3122710/1520/suku-paling-berbahaya-di-hutan-amazon

Minggu, 21 Juni 2015

Akun Jual Bayi Murah Hebohkan Medsos

Akun Jual Bayi Murah Hebohkan Medsos

Kalau ada orang yang menjual perlengkapan bayi, misalnya menjual baju bayi murah, box bayi, stroller bayi, mainan bayi, susu bayi dan kasur bayi secara murah, maka hal tersebut merupakan kewajaran. Namun jika ada kasus orang membuat akun di media sosial dan mempromosikannya tanpa malu dengan cara menjual bayi murah, itu Saya kira hal yang kurang ajar.

Inilah yang terjadi saat ini, ada sebuah akun instagram yang terang-terangan menawarkan mengadopsi bayi yang imut-imut menggemaskan yang katanya ditinggalkan orang tuanya dengan harga jual tertentu bahkan ada yang gratis bagi yang berminat. Kayak menawarkan mainan saja. Mungkin yang punya akun punya tujuan bagus ingin memberikan kesempatan kepada orang yang tak punya anak, bisa mengadopsi bayi tertentu yang sengaja ditinggalkan orang tuanya, cuma prakteknya yang salah. Sebab dari nama akunnya juga sudah salah, karena menunjukkan orang yang tidak waras.

Berdasarkan hasil penelusuran tim paling ngetop, bisa disimpulkan bahwa si pembuat akun adalah orang yang dengan sengaja menghebohkan jagad media sosial dengan kebohongan dan kepalsuan. Karena terbukti, banyak komentar yang mematahkan bahwa akun tersebut benar-benar menjual bayi.


Jual Bayi Murah



Salah satu komentar adalah datang dari pemilik bayi yang gambarnya diupload. Orang tua tersebut mengaku tidak pernah ada rencana sebersit pun untuk menjual bayi mereka dan berharap agar si pencipta akun ditelusuri untuk dilaporkan kepada yang berwajib atau akunnya segera diblokir. Komentar lainnya datang dari mantan pengurus sebuah panti asuhan yang nama panti asuhan tersebut digunakan pengguna akun sebagai tempat pengambilan bayi. Mantan pengurus tersebut menjelaskan bahwa memang benar panti asuhan itu benar adanya di alamat yang sama sekali berbeda dengan yang dicantumkan dalam akun, tapi tidak terima dengan fitnahan kalau panti asuhan tersebut menjual bayi.

Selain itu pemberian alamat pada akun tersebut ternyata jauh panggang dari api. Pemilik akun menulis nama panti asuhan tertentu dengan alamat tertentu, namun berdasarkan pantauan para jurnalis, ternyata alamat tersebut adalah sebuah sekolah, bukan panti asuhan.

Dari data di atas bisa disimpulkan berbagai kebohongan yang dilakukan pencipta akun @jualbayimurah tersebut diantaranya :

  • wajah bayi yang diupload ternyata ada orang tuanya 
  • alamat yang diberikan, ternyata bukan panti asuhan tapi sekolah
  • nama panti asuhan yang dicatut namanya tidak pernah menjual bayi
Jadi, sang pencipta akun sengaja membuat kehebohan di bulan suci ini dengan menodainya dengan kebohongan. Saya nggak tahu, apakah dia iseng atau punya tujuan lain. Yang jelas, hal ini harus segera ditindak tegas oleh pihak yang berkompeten, agar kasus penjualan bayi semacam ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.