Tampilkan postingan dengan label Begadang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Begadang. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2021

 Apakah Begadang Bisa Menyebabkan Jerawat ?

Apakah Begadang Bisa Menyebabkan Jerawat ?

Apakah begadang bisa menyebabkan jerawat merupakan kenyataan atau mitos? Memang benar, doyan begadang dan kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jadwal tidur yang berantakan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit akibat begadang seperti obesitas, gangguan jantung, dan diabetes.

Tidak hanya efek jangka panjang, pemilik kulit bermasalah seringkali mengalami begadang atau kurang tidur, jerawat pun bisa muncul keesokan harinya.

Munculnya jerawat di wajah bisa disebabkan oleh banyak hal. Padahal, penyebab timbulnya jerawat bisa berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya.

Mungkin teman Anda merasa rawan berjerawat setelah makan makanan tertentu, sementara Anda sendiri mudah berjerawat setelah begadang.

Efek Buruk Begadang pada Jerawat

Meskipun tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa kurang tidur terkait langsung dengan pembentukan jerawat, penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur secara tidak langsung menyebabkan jerawat dan memperburuk jerawat yang ada.

Bila Anda sering tidur larut malam, itu artinya Anda telah mengurangi jumlah waktu tidur yang diperlukan untuk meremajakan tubuh Anda. Menurut Livestrong dan Buzzle, kurang tidur dapat menyebabkan stres, peningkatan peradangan, peningkatan resistensi insulin, dan depresi.

Stres merupakan faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat. Stres yang meningkat dapat merangsang kelenjar adrenal, yang bertanggung jawab untuk memproduksi androgen. Pelepasan hormon dalam tubuh memicu terbentuknya jerawat. Stres juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat memperlambat penyembuhan jerawat yang ada.

Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan peradangan sistemik. The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism melaporkan, bagaimanapun bahwa tidur yang tidak memadai menyebabkan peningkatan sitokin inflamasi.

Peningkatan zat dalam tubuh meningkatkan kecenderungan untuk menghasilkan peradangan. Sebagaimana diketahui bahwa jerawat merupakan peradangan pada pori-pori di kulit, jelaslah bahwa peradangan tersebut dipicu karena adanya peningkatan jumlah sitokin dalam tubuh.

Selain itu, kurang tidur menyebabkan peningkatan resistensi insulin. Sehingga memaksa tubuh untuk memproduksi lebih banyak insulin. Ini juga menyebabkan produksi sebum (minyak), meningkat dan peradangan yang mengarah pada pembentukan jerawat potensial.

Tidur larut malam juga menyebabkan perubahan kerangka mental dan emosional yang dapat menyebabkan depresi. Depresi menciptakan sikap negatif dalam pikiran orang yang menghalangi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Kesehatan yang buruk secara keseluruhan mengurangi kemampuan penyembuhan tubuh. Jadi, ini mempengaruhi jerawat secara negatif.

Meski begadang tidak berkontribusi langsung pada pembentukan jerawat, faktor-faktor yang diproduksi bertanggung jawab untuk pembentukan jerawat.

Dampak negatif begadang adalah memicu masalah kulit. Seperti dilansir On Health, kebiasaan begadang atau kurang tidur merupakan salah satu dari tiga pemicu utama timbulnya jerawat. Selain begadang, penyebab jerawat lainnya adalah stres dan produksi minyak atau keringat berlebih.

Kebiasaan begadang dan terganggunya ritme sirkadian yang mengontrol jam biologis tubuh bisa mengganggu keseimbangan hormonal. Efeknya bisa beragam. Termasuk keseimbangan kimiawi kulit yang terganggu dan muncul jerawat.

Tidur itu penting agar semua sistem tubuh berfungsi secara optimal. Begadang dan terganggunya pola tidur bisa memicu pelepasan hormon kortisol. Begitu hormon ini dilepaskan, tubuh bisa mengalami reaksi peradangan, termasuk di kulit.

Peradangan ini bisa menyebabkan jerawat, psoriasis, hingga eksim. Selain itu, meningkatnya kadar hormon stres dalam tubuh membuat sistem kekebalan menjadi tidak stabil. Ini dapat memperburuk masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim.

Dilansir dari WebMD, tingkat stres bisa meningkat hingga 14 persen setiap kita kurang tidur selama 1 jam. Semakin lama begadang, tingkat stres dalam tubuh akan semakin meningkat. Saat stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol alias hormon stres.

Nah, jumlah hormon kortisol inilah yang memicu peradangan pada tubuh, termasuk merusak struktur dan fungsi kulit. Tidur larut malam bisa memperparah jerawat di wajah. Padahal, hal ini juga bisa memicu masalah kulit lain seperti eksim, dermatitis kontak, hingga psoriasis.

Apakah Begadang Bisa Menyebabkan Jerawat ?


Cara Mengatasi Jerawat Akibat Begadang

Tentunya masalah jerawat yang sedang Anda alami ini hanya bisa diatasi dengan mengurangi kebiasaan begadang. Sebisa mungkin tidur yang cukup, minimal 7-8 jam setiap malam agar kesehatan Anda tetap optimal.

Namun, bagaimana jika Anda harus begadang untuk hal-hal tertentu, entah itu karena tenggat waktu laporan atau persiapan presentasi besok? Begini cara aman agar jerawat tidak mudah muncul.

Minum banyak air

Ini bisa membantu mengeluarkan racun dalam tubuh sekaligus melembabkan kulit.

Hindari makanan manis

Tak hanya meningkatkan risiko obesitas, makanan manis juga bisa merangsang produksi minyak di wajah dan memicu timbulnya jerawat.

Cuci muka sebelum tidur

Tidak peduli seberapa larut Anda tidur, pastikan untuk selalu mencuci muka sebelum menyentuh kasur. Ini bertujuan untuk membasuh bakteri atau minyak di wajah yang bisa memicu timbulnya jerawat.

Pergi tidur

Laser Foto

Dengan laser foto rutin, ini dapat berguna untuk membasmi bakteri penyebab jerawat. Teknik laser mampu menembus lapisan kulit terdalam dan merangsang produksi kolagen.

Cara Menghilangkan Jerawat

Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup sebagai cara menghilangkan jerawat. Meluncurkan Web MD, berikut beberapa kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mencegah munculnya jerawat:

Perbaiki pola tidur

Buat kamu yang sedang bergelut dengan masalah jerawat, ada baiknya untuk mulai memperhatikan pola tidur. Usahakan untuk tidak tidur terlalu larut malam agar Anda bisa bangun dengan bugar di pagi hari. Tidurlah setidaknya tujuh jam setiap malam.

Hindari stress

Cara menghilangkan jerawat yang cukup penting selain menghindari begadang adalah dengan meminimalkan stres. Stres bisa memicu peningkatan hormon kortisol dalam tubuh. Pelepasan hormon kortisol membuat kelenjar minyak aktif dan produksinya meningkat. Kondisi ini rawan memicu timbulnya jerawat.

Bersihkan wajah saat berkeringat dan minyak berlebih

Olahraga, aktivitas fisik, dan aktivitas yang menguras energi dapat menyebabkan keringat berlebih. Kondisi ini sangat ideal untuk pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Untuk itu, usahakan selalu membersihkannya setelah berkeringat.

Gunakan sabun yang bebas minyak dan nonkomedogenik atau tidak menyumbat pori-pori. Selain itu, jaga kebersihan area yang berjerawat dengan rutin mengganti pakaian dan sarung bantal.

Jaga diet Anda

Penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti karbohidrat sederhana dan makanan bergula dapat memicu timbulnya jerawat. Ada juga penelitian yang membuktikan susu dan produk olahannya bisa memicu timbulnya jerawat.

Saat Anda berjerawat, ada baiknya untuk menghindari kedua jenis makanan ini. Demi kesehatan, mulailah mengonsumsi asupan kaya antioksidan seperti buah dan sayur. Untuk protein, pilih yang rendah lemak.

Tema lain yang sering dicari:

  • ciri jerawat begadang
  • cara menghilangkan jerawat akibat kurang tidur
  • apakah angin malam bisa menimbulkan jerawat
  • penyebab jerawat di pipi
  • makanan yang menyebabkan jerawat

Sumber : https://health.kompas.com/read/2020/06/18/190900368/efek-buruk-begadang-bisa-sebabkan-jerawat-bermunculan-kok-bisa-?page=allhttps://lifestyle.kompas.com/read/2019/01/25/173008620/sering-begadang-bikin-gampang-jerawatan-mitos-atau-faktahttps://www.beritasatu.com/kesehatan/156978/sering-begadang-bisa-memicu-jerawat,