Tampilkan postingan dengan label Alam Semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Semesta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2016

Gerhana Matahari Paling Lama

Gerhana Matahari Paling Lama

Gerhana Matahari Total (GMT) yang diprediksi bakal terjadi pada 9 Maret 2016 siap disambut warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Menariknya, Poso akan menjadi daerah terlama yang akan merasakan momen langka tersebut. Berbagai kegiatan menarik akan digelar di Poso guna menyambut fenomena alam ini.

Berdasarkan data yang dirilis BOSSCHA Observatory Institut Teknologi Bandung, Poso merupakan daerah terlama yang merasakan fenomena alam ini dari total 11 wilayah di Indonesia. Lokasi terbaik untuk mengamati GMT itu adalah di Desa Kalora, yang berada di Kecamatan Poso, Pesisir Utara.


Gerhana Matahari Paling Lama


Sedangkan menurut peneliti dari University of Hawaii Amerika Serikat yang bekerjasama dengan Brno University of Technology Republik Ceska, memprediksi bahwa saat terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) di Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, dua planet yakni Venus dan Merkurius juga akan terlihat.

Gerhana Matahari total di Maba akan berlangsung 3 menit 17 detik, paling lama dibandingkan beberapa daerah lainnya di Indonesia yang hanya pada kisaran 2 menitan.

Selasa, 14 Juli 2015

Pluto, Si Planet Kerdil

Pluto, Si Planet Kerdil

Mengapa planet Pluto dikatakan planet kerdil ? Istilah planet kerdil diciptakan pada 24 Agustus 2004 pada pertemuan Persatuan Astronomi Internasional. Salah satu syarat sebuah planet dikatakan kerdil adalah planet tersebut belum bisa mengosongkan daerah orbitnya sendiri dari benda-benda angkasa yang cukup besar selain satelitnya. Pluto sendiri memiliki 3 buah satelit bernama Charon dengan ukuran diameter 1196 km walaupun masih diragukan kesatelitannya karena ada yang mengatakan Pluto dan Charon merupaka planet kembar, serta satelit Nix dan Hydra.

Pluto, Si Planet Kerdil


Planet Pluto yang berjarak sekitar 5900 juta kilometer dari matahari ini, asal muasalnya masuk pada kategori planet seperti halnya 8 planet lainnya yang mengitari matahari. Akan tetapi, kita ketahui bahwa di belakang planet Neptunus ada banyak benda angkasa yang dinamakan Sabuk Kuiper yang juga mengelilingi matahari dengan bentuk orbit yang memanjang atau berbentuk elips. Nah, Pluto pun ternyata memiliki karakater orbit yang sama yakni mengelilingi matahari dalam bentuk elips dan menyinggung orbit Neptunus, sementara planet lainnya mengorbit bulat berbentuk lingkaran. Selain itu, ukuran Pluto malahan lebih kecil daripada ukuran bulan yakni hanya 2/3 ukuran satelit bumi tersebut. Inilah mengapa penamaan planet kerdil pada Pluto lebih ngepas daripada penyebutan planet.  Setelah itu, maka Pluto pun diganti nama dengan 134340.